Pengertian Bangun Ruang Dan Rumus Lengkap

hadaidaindonesia.co.id – Ruang konstruksi adalah konstruksi matematika dengan konten atau volume. Ruang konstruksi sering disebut sebagai kastor tiga dimensi karena memiliki 3 komponen utama berikut.

Bagian bangunan:
· Halaman: tingkat dalam bangunan yang membatasi ruang antara ruang bangunan dan ruang sekitarnya
· Ribs: pertemuan dua saudara perempuan dalam bentuk segmen garis di ruang angkasa.
· Poin kuadrat: tiga atau lebih tulang rusuk yang dihasilkan dari benturan tulang rusuk.

Jenis bangunan ruang angkasa yang umum dikenal adalah:

1 kubus
2. balok
3.Prisma
4. Limas
5. kerucut

1) kubus

Ini adalah bangunan yang dibatasi oleh 6 sisi yang sama dan sama.

Fitur-fitur CUBBUS meliputi:
Ø Kubus adalah bangunan dengan 6 sisi yang begitu besar (kongruen),
Ø Kubus memiliki 6 sisi persegi,
Ø Kacang memiliki 12 tulang rusuk dengan panjang yang sama,
Ø Kubus memiliki 8 sudut,
Ø Jaringan kubus adalah 6 buah persegi yang kongruen.

Formula untuk permukaan kubus
L = 6 · r²
L: permukaan
r: panjang tulang rusuk

Volume rumus dadu
V = r3
V: volume
r: panjang tulang rusuk

2) balok

Ini adalah trek yang dibatasi oleh 6 halaman yang memiliki panjang dan lebar

Properti BEAM meliputi:
Ø Balok terdiri dari ruang terbatas hingga 6 persegi panjang, dengan 3 persegi panjang kongruen.
Balok Ø memiliki 6 sisi persegi panjang,
Ø Sinar memiliki 3 sisi wajah yang kongruen.
Balok Ø memiliki 12 tulang rusuk,
Ø 4 tulang rusuk paralel,
Ø Balok memiliki 8 sudut,
Ø Jaring memiliki bentuk 6 persegi panjang.

Formula untuk permukaan pembawa
L = 2 × [(p × 1) + (p × t) + (1 × t)]
L: permukaan
p: panjang balok
l: lebar balok
t: tinggi balok

umus Beam Volume
V = p x l x t
V: volume jet
p: panjang balok
l: lebar balok
t: tinggi balok

3) prisma

Ini adalah trek yang dibatasi oleh 6 halaman yang memiliki panjang dan lebar

Fitur-fitur PRISMA meliputi:
Ø Prisma adalah ruang yang memiliki basis dan kongruen dan paralel dalam hal ini,
Ø Prisma tulang rusuk bawah dan atas adalah sama dan paralel.
Ø Rusuknya sama dan paralel prisma vertikal,
Ø prisma dengan tulang rusuk vertikal tegak lurus ke dasar dan di atas prisma,
Ø Rusuk vertikal prisma juga disebut ketinggian prisma.
Ø Prisma terdiri dari prisma segitiga dan prisma biasa.
Ø Prisma segitiga memiliki bidang dasar dan bidang atas adalah segitiga kongruen.
Ø Prisma segitiga memiliki 5 sisi.
Prisma segitiga Ø memiliki 9 tulang rusuk
Prisma segitiga Ø memiliki 6 sudut
Ø Jaringan segitiga dalam bentuk prisma dalam bentuk 2 segitiga dan 3 persegi panjang.

Formula untuk permukaan segitiga prisma
L = keliling Δx t x (2 x area Δ)
L: permukaan
Δ: dasar dan bagian atas segitiga
t: prisma tinggi

Volume segitiga prisma
V = luas sayangnya x t
V: volume
Area besar: area Δ = (½ a x t)
t: prisma tinggi

4) Limas

Ini adalah bangunan yang dibatasi oleh sisi segitiga

Fitur-fitur LIMAS meliputi:
Ø Limas membangun ruang dengan banyak lantai faceted dan sisi segitiga terbentuk dari bidang dasar yang akan bertemu pada satu titik.
Ø Nama piramida ditentukan oleh bentuk alasnya,
Ø limas biasa, yaitu piramida yang alasnya berbentuk normal,
Ø Tinggi piramida adalah garis vertikal dari atas piramida ke dasar piramida.
Ø Berbagai bentuk piramida, termasuk:
1. Cairan segitiga (dasar segitiga)
2. Lima persegi panjang (dasarnya persegi panjang)
3. Limas segilima (alas memiliki bentuk pentagon)
4. Lemon heksagonal (alasnya heksagonal)

Nama Lima
halaman
iga
titik sudut
Segitiga limas
4
6
4
Lima Segiempat
5
8
5
Limas Segilima
6
10
6
Limas Segienam
7
12
1
Formula permukaan limas
L = area dasar + area piramidal

Rumus volume Lima
V = 1/3 (area dasar x t)
V: volume lemon
t: tinggi piramida

5) kerucut

Ini adalah bangunan yang dibatasi oleh alas bundar dan langit-langit melengkung

Properti CONE, termasuk:
Ø Cone adalah ruang piramidal yang alasnya berbentuk lingkaran.
Kerucut Ø memiliki dua sisi,
Kerucut Ø tidak memiliki tulang rusuk,
Kerucut Ø memiliki 1 simpul,
Ø Jaring kerucut terdiri dari lingkaran dan segitiga.

rumus permukaan kerucut
L = πr2 + πdxt
L: permukaan
r: jari-jari pangkal lingkaran
d: diameter lingkaran dasar
t: tinggi kerucut

Rumus volume berbentuk kerucut
V = 1/3 (π r2 x t)
V: volume
r: jari-jari pangkal lingkaran
t: tinggi kerucut.

Sumber: https://www.masterpendidikan.com/2016/12/macam-macam-rumus-bangun-ruang-dan-contoh-soal-bangun-ruang.html

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Puisi Lama Serta Contoh Lengkapnya

Khasiat Mengkonsumsi Buah Sirsak Untuk Kesehatan