7 Kebaikan Buah Pir untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Buah Pir

7 Kebaikan Buah Pir untuk Kesehatan Tubuh

Apakah Anda penggemar pir? Buah berkulit hijau yang rasanya segar saat digigit benar-benar nikmat untuk camilan sore. Namun, ada sejumlah manfaat kesehatan di balik rasanya yang lezat, lho!

Keuntungan membuat pir yang menyehatkan tubuh
Pir atau pir adalah buah dari spesies tanaman Pyrus communis, yang juga termasuk famili Rosaceae.

Pir tumbuh di negara-negara Eropa dan Asia. Buah ini juga mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin A, vitamin E, niasin, asam pantotenat, kolin, betain, kalsium, zat besi, fosfor, seng, dan selenium.

Manfaat Buah Pir

1. Mengandung antioksidan
Pir memiliki efek antioksidan pada glutathione dan kanker, yang memiliki efek positif pada kesehatan tubuh. Glutathione adalah antioksidan yang dapat mencegah kanker, tekanan darah tinggi dan stroke.

Menurut National Cancer Institute, konsumsi harian pir segar memiliki efek positif pada kemampuan tubuh untuk mencegah pertumbuhan kanker, mengurangi peradangan, dan menjaga tubuh pada pH seimbang.

Belum lagi, manfaat buah pir baik untuk menurunkan kadar lemak darah.

2. Sumber Vitamin C Tinggi
Untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, Anda bisa makan buah pir. Karena pir mengandung banyak vitamin C. Kandungan pir mengandung sekitar 12% dari kebutuhan harian vitamin C (asam askorbat).

Selain itu, vitamin C dalam buah ini mengandung antioksidan kuat yang melawan kerusakan sel akibat radikal bebas dan stres oksidatif. Vitamin C juga berguna untuk melindungi sel-sel DNA yang sehat, menghentikan mutasi sel, menjaga metabolisme yang sehat, dan memperbaiki jaringan yang rusak di dalam tubuh.

3. Baik untuk kulit
Kandungan nutrisi vitamin C dalam pir tidak hanya baik untuk kesehatan organ internal Anda, tetapi juga untuk kulit yang merupakan bagian terluar dari tubuh Anda. Asupan vitamin C dan antioksidan tinggi seperti pir meningkatkan kekebalan kulit terhadap infeksi. Selain itu, antioksidan dari buah ini memiliki efek anti penuaan dan pembaharuan sel di kulit.

4. Mengandung banyak serat yang baik
Dalam pir berukuran sedang, umumnya mengandung serat hingga 5 gram. Konsumsi pir dapat menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan serat serat harian. Serat juga memainkan peran penting dalam menjaga kadar gula darah yang sehat.

Pir tidak hanya mengandung serat normal, tetapi juga serat pektin yang larut dalam air. Serat pektin membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

5. Mencegah sembelit
Kandungan serat dalam pir cukup tinggi untuk menggunakan buah untuk pencegahan atau pengobatan masalah pencernaan. Oleh karena itu, pektin juga dianggap sebagai diuretik alami dalam bahan aktif pir, yang memiliki efek pencahar ringan.

Jika konstipasi, cobalah makan 1 atau 2 pir sehari. Anda juga bisa menambahkan potongan pir ke dalam campuran smoothie untuk memudahkan buang air besar, mencegah retensi air dalam tubuh, dan mengurangi bengkak.

6. Membantu mencegah diabetes
Dikatakan bahwa kandungan flavonoid dalam manfaat pir adalah kunci untuk mencegah dan mengobati diabetes. Ini didukung oleh penelitian oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, yang melibatkan lebih dari 9.600 orang dewasa antara usia 25 dan 74 selama sekitar 20 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang makan lima porsi buah dan sayuran setiap hari secara signifikan mengurangi risiko terkena diabetes. Buah pir juga memiliki indeks buah glikemik rendah, yang baik untuk gula darah. Satu porsi pir mengandung sekitar 26-28 gram karbohidrat.

Buah pir tidak hanya kaya akan serat, tetapi buah ini juga dapat menahan keinginan mengidam makanan manis berkat serat yang membuat perut Anda lebih kenyang.

7. Membantu menjaga kesehatan tulang
Pir lain memiliki keunggulan mengandung vitamin K dan zat boron yang dapat menjaga kesehatan tulang. Kekurangan vitamin K dapat meningkatkan risiko penyakit tulang seperti osteoporosis.

Vitamin K dan nutrisi penting lainnya seperti kalsium, magnesium, dan fosfor bekerja bersama untuk mencegah kerusakan tulang. Beberapa ahli bahkan menganggap vitamin K sebagai nutrisi terpenting untuk memerangi osteoporosis.

Sementara zat borik membantu memperkuat tulang dengan meningkatkan kepadatan mineral, mencegah osteoporosis, menyembuhkan kondisi peradangan seperti radang sendi dan memperkuat massa otot.

Banyak ahli kesehatan menganggap boron sebagai bagian penting dari pencegahan

 

Baca Juga :