7 Penyakit Yang Biasanya Menyerak Penderita Diabetes

Diabetes ditandai oleh gejala yang meningkatkan konsentrasi kadar gula darah yang disebabkan oleh insulin yang tidak memadai dan menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh lainnya, terutama kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Kerusakan ini menyebabkan timbulnya satu atau lebih penyakit lain yang mempengaruhi perkembangan diabetes pada seseorang, juga dikenal sebagai penyakit diabetes yang menyertainya.

Penyakit bersamaan dapat muncul dalam waktu dekat atau dalam kombinasi dengan diabetes dan disebabkan oleh kondisi hiperglikemia. Kedua orang dengan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 biasanya memiliki penyakit yang menyertai. Faktanya, dua dari lima penderita diabetes memiliki tiga komorbiditas.

Hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi) dan kenaikan berat badan adalah penyebab utama komorbiditas pada penderita diabetes. Namun, perkembangan diabetes juga menyebabkan orang yang menderita mengalami penyakit lain.

Penyakit penyerta yang berhubungan langsung dengan kondisi diabetes

Juga dikenal sebagai komorbiditas terkait diabetes, penyakit ini disebabkan oleh kondisi hiperglikemia dan obesitas, serta faktor risiko terkait gaya hidup pada penderita diabetes yang mengarah pada komorbiditas.

1. Penyakit kardiovaskular
Secara umum, penyakit yang berhubungan dengan diabetes adalah hipertensi dan penyakit jantung. Penyakit kardiovaskular disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada penderita diabetes, mereka juga dapat disebabkan oleh faktor risiko terkait gaya hidup, salah satunya adalah merokok. Hal ini membuat penderita diabetes lebih rentan terhadap penyakit jantung, terutama pada lansia dan wanita yang telah mengalami menopause. Juga diketahui bahwa penyakit kardiovaskular meningkatkan risiko kematian pada penderita diabetes.

2. Perjalanan
Penyebab utama stroke yang ditemukan pada penderita diabetes adalah perdarahan dan penumpukan plak di pembuluh darah otak akibat hiperglikemia. Kondisi ini menyebabkan penyumbatan darah dan aliran oksigen ke otak akibat aterosklerosis yang menyebabkan stroke. Stroke pada penderita diabetes juga akan mengurangi fungsi otak dalam koordinasi, berpikir, gerakan tubuh dan menelan makanan.

3. Retinopati
Ini adalah kondisi pendarahan pada mata dan pembuluh retina karena kadar gula darah yang tinggi. Gejala retinopati tidak begitu jelas sehingga memerlukan pemeriksaan mata tambahan. Perkembangan penyakit ini cenderung berkepanjangan hingga menimbulkan komplikasi serius, yaitu kebutaan. Namun, hal itu akan dipercepat jika penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol.

4. Kanker
Perkembangan kanker pada penderita diabetes dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon insulin dan kadar gula darah yang tinggi. Kanker juga memiliki faktor risiko yang sama dengan diabetes, termasuk obesitas, usia tua dan kurangnya aktivitas fisik. Beberapa kanker yang bisa dialami penderita diabetes adalah:

hati
pankreas
endometrium
Kolorektal (usus dan rektum)
jika tidak
kandung kemih

Penyakit penyerta yang tidak berhubungan langsung dengan kondisi diabetes

1. Penyakit hati berlemak

Penyakit ini cenderung jarang tetapi pada beberapa penderita diabetes kondisi hiperglikemia meningkatkan enzim hati (transaminase hati) melebihi batas yang disyaratkan, menyebabkan lemak di hati melebihi 10% dari massa hati normal. Faktor risiko obesitas pada penderita diabetes juga mempengaruhi perkembangan penyakit ini.

2. Depresi
Stres yang disebabkan oleh diabetes yang didiagnosis dapat menyebabkan depresi. Apalagi jika pasien merasa terbebani dengan penyakit lain selain diabetes. Depresi dapat mempengaruhi cara seseorang dengan diabetes dapat mengontrol kadar gula darah. Penderita diabetes yang tertekan juga bisa mendapatkan komorbiditas lain yang menjadi lebih buruk sehingga lebih berisiko mengalami kematian dini.

3. Gangguan tidur (sleep apnea)
Ditandai dengan gangguan pernapasan saat tidur dan sering dialami oleh penderita diabetes yang kelebihan berat badan (obesitas). Sleep apnea menyebabkan peningkatan resistensi insulin, tekanan darah dan kadar gula pada penderita diabetes. Diabetes akan semakin parah karena berkurangnya kualitas kesehatan pasien karena kurangnya waktu istirahat.

Diabetes yang menyertai penyakit muncul karena kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh yang merusak pembuluh darah dan organ. Berlawanan dengan komplikasi, penyakit yang menyertai mungkin tampak dekat dengan gejala awal diabetes dan mempengaruhi perkembangan penyakit, termasuk pengembangan perawatan diabetes.

Diabetes dengan komorbiditas berisiko menyebabkan komplikasi dalam bentuk penyakit neurologis, gangguan muskuloskeletal, dan gagal ginjal. Untuk menghindari komorbiditas, pemeriksaan awal diperlukan, terutama untuk hipertensi dan penyakit jantung,.

Baca artikel berikut :