Mari Mengenal Kata Majemuk Disini!

Kata majemuk

Kata majemuk adalah kombinasi dari dua kata dasar (morfem) yang akhirnya memiliki arti baru. Bentuk kata ini mudah ditemukan oleh teman-teman di kelas bahasa Indonesia di samping kompleks kalimat. Namun, teman-teman harus berhati-hati untuk membedakan mereka dari kalimat, karena mereka memiliki tipe yang berbeda.

Saat menggabungkan kata-kata dengan bentuk kalimat, teman-teman mengenali bahwa sebuah kata mewakili inti sementara kata-kata lain menjelaskan atau menjelaskan kata kunci. Setiap morfem dasar yang dilakukannya adalah sama. Tidak ada morfem yang dijelaskan atau dijelaskan. Akibatnya, makna baru diperoleh di sini dari kombinasi dua kata dasar, yang mungkin berbeda secara signifikan dari arti kata

Properti kata majemuk

Agar tidak bingung membedakannya, teman-teman harus mengetahui sifat-sifat kata majemuk, sebagai berikut:

1. Tidak bisa dimasukkan
Untuk mengetahui apakah kombinasi kata-kata adalah kata majemuk atau hanya sebuah kalimat, Anda dapat mengujinya dengan memasukkan kotak di antara dua kata dasar yang membuatnya. Secara umum, penyisipan adalah preposisi atau preposisi. Jika kombinasi kata dapat dimasukkan, itu berarti hanya sebuah kalimat. Namun, begitu dimasukkan, artinya berubah, dalam arti bahwa itu dapat diklasifikasikan sebagai kata majemuk.

Misalnya, “kacamata” tidak dapat diubah menjadi “kaca dari mata” atau “kaca di mata”. Sementara sakit mata dapat dimasukkan, tulisan menjadi “cedera mata” atau “sakit mata”.

2. Tidak dapat diperpanjang
Perpanjangan kata dapat dilakukan dari Affixe (Affixe). Apalagi dengan kata majemuk tidak hanya satu kata yang dapat diperluas, tetapi harus mengandung kedua kata formatif. Ini berbeda dengan kalimat di mana salah satu kata dapat diperpanjang dengan melampirkan afiks.

Contoh: “kereta api” tidak dapat diperpanjang untuk melatih atau melatih. Namun, perlu menggunakan tambahan pertama dan terakhir untuk memasukkan dua kata yang membuatnya. Kemudian kereta baru untuk kereta api dapat diperluas.

3. Posisi tidak dapat ditukar
Kata-kata yang membentuk kata majemuk adalah permanen. Oleh karena itu Anda tidak dapat bertukar posisi di antara mereka, karena dalam suatu pertukaran makna hilang atau benar-benar berubah.

Contoh: “mengangkat kaki” berarti “pergi”. Namun, jika posisi kata-kata dasar yang mereka bentuk menjadi kaki angkat, artinya hilang dan menjadi tidak jelas.

Penulisan

Dalam bahasa Inggris, menulis kata majemuk jelas digabungkan antara elemen-elemen. Namun, dalam bahasa Indonesia, masih ada setiap elemen yang ditulis secara terpisah dan beberapa digabungkan. Jika penulisan setiap elemen terpisah, bentuknya tidak disebut senyawa. Sementara itu, urutan morfem dasar digabungkan disebut senyawa senyawa.

Contoh:
Senyawa majemuk: matahari, kacamata, saputangan, ketidaksenangan, kegembiraan, segitiga
Senyawa tidak tersusun: kereta api, rumah sakit, pergelangan kaki, harga diri

Makna

Selain aspek penulisan, kita juga bisa membedakannya berdasarkan maknanya. Berikut adalah klasifikasi menurut artinya:

1. Idiom
Kata majemuk dapat diklasifikasikan sebagai bahasa jika tidak ada lagi makna dari salah satu kata dasar yang mengarah pada arti baru dari kata tersebut. Kata-kata yang menyelamatkan, yang datang dalam bentuk idiom, adalah kata-kata baru yang signifikan yang berarti menyimpang dari makna kata-kata dasar yang membentuknya.

Contoh: harga diri dan matahari

2. Semi-idiom
Dalam jenis ini, Anda masih dapat menemukan makna asli dari kata-kata dasar yang membuatnya. Namun, artinya telah berubah sehingga artinya berubah sedikit.

Contoh kata majemuk: rumah sakit dan notebook

Sumber : https://kabarkan.com/

Baca Juga :