Private House

Rumah pribadi

Jenis: Residential (gedung 2 lantai)

Klien: Pak Ardianto

Lokasi: Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Plot: 208.8sq.m.

Bldg. Cakupan area: 114,4 m2 (54,7%)

Luas bangunan: 215.03 sq.m.

Tahun: 2020

Stat. oleh Agustus ’20: Dalam pengembangan

Gambaran

Rumah minimalis bergaya Skandinavia ini memamerkan karakter kuat dari komposisi mulus dan ciri khas bentuk segitiga. Warna putih cerah, dengan aksen bata ekspos dan kayu, merupakan simbol dinamis dari iklim tropis. Perpaduan kedua hal tersebut menjadikan ADY House memiliki daya tarik tersendiri.

Dalam proyek ini kami mendapat kesempatan untuk mendesain rumah dua lantai milik Pak Ardianto. Ia baru saja pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan gelar doktornya di negeri Paman Sam. Saat ini Pak Ardianto sudah menikah dan memiliki dua orang putra. Ia berencana membangun rumah pribadi di atas tanah miliknya di Ngaglik, Sleman, D.I. Yogyakarta.

Proses desain dimulai dengan kunjungan kami untuk berdiskusi langsung dengannya di situs desain. Lokasinya berada di ujung jalan pemukiman yang agak padat, tidak jauh dari sungai, sehingga memiliki permukaan tanah yang lega. Namun demikian, masih terdapat sebidang tanah yang cukup luas di samping lokasi sebelum menyentuh tepi jurang dengan kondisi yang sudah diverifikasi. Jadi cukup aman dari sudut pandang rencana pembangunan rumah. Pada kavling eksisting terdapat bangunan satu lantai yang rencananya akan dibongkar sehingga kavling tersebut dikosongkan dan pembangunannya dimulai dari titik awal.

Petak yang ada adalah sebidang 208,8 M persegi, terletak secara longitudinal dari utara ke selatan. Lokasinya yang berada di pinggir sungai bisa memiliki pemandangan yang menarik. Karenanya, komposisi bangunan dua lantai ini memiliki bukaan untuk visibilitas maksimum, cahaya alami, dan ventilasi. Selain itu, agar gedung lebih efisien dari segi biaya struktur dan konstruksi, penataan ruang di dalamnya berada pada grid yang sama antara lantai 1 dan 2. Pelanggan kami juga sangat memperhatikan ruang terbuka hijau. Kami mencapai ini dengan menggunakan penutup bangunan yang hanya mencakup sekitar 55% dari luas tanah.

Zonasi lokasi ADY House diatur sesuai dengan kebutuhan. Lantai 1 umumnya digunakan untuk area publik (ruang keluarga, ruang makan dan dapur) dengan konsep “open plan” dengan banyak bukaan. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pencahayaan, meningkatkan sirkulasi udara dan menciptakan kesan ruangan yang lebih luas. Dengan menggunakan kontur yang ada maka komposisi dasar rumah berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan carport dan garasi. Teras memanjang dari tenda ke dinding selatan dengan kursi beton di ujungnya. Area ini memberikan kesan pencampuran elemen lantai dan dinding dengan menggunakan material yang digunakan. Selain itu, di lantai dasar juga terdapat 1 kamar mandi / toilet bersama, storage, musholla dan 1 kamar tamu. Ruangan ini digunakan untuk kerabat atau kerabat yang datang berkunjung.

Pak Ardianto menginginkan adanya ruang terbuka yang bisa diakses langsung dari ruang bersama di dalam rumah. Kami melakukan ini dengan membagi bangunan dengan pintu kaca lipat agar ruang lebih fleksibel dan cerah. Ruang terbuka juga dirancang ramah anak dan memiliki privasi yang cukup sehingga tidak langsung terlihat dari luar gedung. Di sisi lain, terdapat pula ruang terbuka kecil yang memanjang sehingga ruang bersama ini dibingkai oleh dua ruang terbuka yang sekaligus berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam rumah.

Lantai 2 adalah ruang yang lebih intim. Kamar tidur utama memiliki balkon besar di depan dan dua kamar anak di belakang, yang juga memiliki balkon di samping. Di zona tengah terdapat ruang observasi dan ruang belajar, yang juga memiliki pintu keluar langsung ke arah timur yang menghadap ke sungai. Setiap kamar didesain dengan bukaan yang baik, pencahayaan yang memadai dan ventilasi yang baik.

Secara komposisinya, ADY House memiliki bentuk yang sederhana. Meski demikian, pemilihan material dan pemasangan tetap dilakukan secara detail. Kombinasi batu bata ekspos yang dilapisi aci dan conwood pada bagian muka dipadukan dengan material metal seperti baja UNP sebagai perpanjangan horizontal ke atap kanopi, serta beberapa rangka aluminium. Atap pelana dengan unsur minimalis Skandinavia membuat komposisi bangunan semakin menarik. Bagaimanapun, bentuk ini juga dapat merespon dengan baik kondisi iklim lokal. Material yang dipilih merupakan material lokal yang digunakan sebagai aksen, sehingga bangunan memiliki karakter tersendiri.